Perbedaan IF dan Switch Case pada PHP

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa dalam bahasa pemrograman PHP terdapat istilah kondisi. Kondisi ini bertugas untuk memilah suatu data yang masuk dan akan disesuaikan hasilnya tergantung dari kondisinya. Pada PHP terdapat 2 cara untuk membuat kondisi, yang pertama menggunakan IF dan yang kedua menggunakan switch case. Lalu apa perbedaan if dan switch case pada PHP ?. Untuk membahas lebih lanjut mengenai perbedaanya dan kapan harus menggunakannya kalian bisa simak artikel ini sampai habis.

Sebelum membahas perbedaanya ada baiknya kalian mengenal lebih jauh tentang kedua kondisi tersebut. Mulai dari IF. IF adalah kondisi dimana terdapat 2 pilihan. Apabila bernilai benar, dan bernilai salah pada suatu kondisi. Kira-kira bentuknya seperti ini.

<?php
if(){
    //nilai benar
}
else{
    //nilai salah
}
?>

Namun ada juga kelanjutan dari IF yaitu ELSEIF. Kurang lebih sama dengan IF biasa cara kerjanya, namun perbedaanya ELSEIF digunakan apabila kondisinya lebih dari satu. Sehingga penulisanya seperti ini.

<?php
if(kondisi pertama){
    //hasil pertama
}
elseif(kondisi kedua){
    //hasil kedua
}
elseif(dan seterusnya){
    //dan seterusnya
}
else{
    //jika tidak terpenuhi, maka else adalah jawaban terakhirnya
}
?>

Sekarang kita lanjut mengenai Switch Case. Memiliki fungsi yang sama dengan IF, perbedaanya adalah kondisi yang bisa olah switch case terbatas. Hanya bisa memilah data bilangan bulat atau string saja. Kira-kira contoh penulisanya seperti ini.

switch (data) {
    case "pilihan1":
        echo "pilihan1";
        break;
    case "pilihan2":
        echo "pilihan2";
        break;
    case "pilihan3":
        echo "pilihan3";
        break;
    default:
        echo "pilihan terakhir";
}

Dengan begitu data yang bisa dipilah oleh switch case hanya berupa string atau angka. Untuk lebih jelasnya mari kita bandingkan dengan contoh kasus.

Menggunakan if

kondisi data string

<?php
$data = "merah";
if($data=="merah"){
    echo "warnanya merah";
}
else{
    echo "warnanya bukan merah";
}
?>

kondisi data angka

<?php
$data = 1;
if($data==1){
    echo "angkanya 1";
}
else{
    echo "angkanya bukan 1";
}
?>

kondisi dengan tanda operator

<?php
$data = 5;
if($data > 3){
    echo "angkanya lebih besar dari 3";
}
else{
    echo "angkanya lebih kecil dari 3";
}
?>

Menggunakan Switch Case

kondisi data string

$data = "merah";
switch ($data) {
    case "merah":
        echo "Warnanya Merah";
        break;
    case "biru":
        echo "Warnanya Biru";
        break;
    default:
        echo "Warnanya tidak diketahui";
}

kondisi data angka

$data = 1;
switch ($data) {
    case "1":
        echo "Angkanya 1";
        break;
    case "2":
        echo "Angkanya 2";
        break;
    default:
        echo "Angkanya tidak diketahui";
}

Switch case tidak bisa menggunakan kondisi dengan tanda operator layaknya IF.

Sekian pembahasan mengenai perbedaan IF dengan Switch Case pada PHP. Semoga bermanfaat.

DUMET School Author

DUMET School adalah tempat kursus website, kursus desain grafis, kursus digital marketing, kursus video editing dan kursus mobile apps terbaik di Jakarta dan Depok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *