Apa Perbedaan Riset Kata Kunci untuk Iklan dan SEO?

Saat kamu mulai belajar digital marketing, riset kata kunci jadi hal yang nggak bisa dilewatkan. Tapi tahukah kamu, riset kata kunci itu nggak cuma satu jenis? Ada riset kata kunci untuk SEO, ada juga riset kata kunci untuk iklan, seperti Google Ads. Meskipun sama-sama memakai kata kunci, tujuan dan cara pendekatannya bisa sangat berbeda.

Buat kamu yang masih bingung, yuk kita bahas lebih dalam soal perbedaan riset kata kunci untuk iklan dan SEO.

Tujuan Riset Kata Kunci

Hal pertama yang membedakan adalah tujuannya.

  • Riset kata kunci untuk SEO bertujuan agar website kamu bisa muncul di hasil pencarian secara organik alias tanpa bayar. Fokusnya jangka panjang, dan biasanya butuh waktu untuk bisa naik ke halaman pertama Google.

  • Riset kata kunci untuk iklan (misalnya Google Ads) fokus pada hasil cepat. Kamu membayar agar iklanmu muncul di bagian atas halaman pencarian. Jadi, keyword yang dipilih biasanya punya potensi tinggi untuk menghasilkan konversi, misalnya penjualan atau leads.

Jenis Kata Kunci yang Dipakai

Kalau kamu perhatikan, jenis kata kunci yang digunakan juga bisa berbeda.

  • Dalam SEO, kamu bisa menggunakan kata kunci informasional, seperti “cara memilih skincare untuk kulit berminyak”. Keyword seperti ini bagus untuk membuat artikel blog atau konten edukatif.

  • Dalam iklan, kamu lebih fokus ke kata kunci komersial atau transaksional, seperti “beli skincare kulit berminyak” atau “skincare terbaik untuk kulit berminyak”. Kata-kata seperti ini menunjukkan bahwa orang yang mencarinya sudah siap membeli.

Volume vs Intent

SEO biasanya lebih mementingkan volume pencarian. Makin banyak orang mencari, makin besar peluang artikelmu dikunjungi. Tapi kalau untuk iklan, volume penting, tapi niat membeli (intent) jauh lebih penting. Kamu bisa saja memilih kata kunci dengan volume kecil tapi konversi tinggi, karena kamu bayar per klik, jadi nggak mau rugi kan?

Kompetisi Kata Kunci

Dalam SEO, keyword dengan kompetisi tinggi biasanya lebih sulit ditembus, apalagi kalau kamu baru mulai. Tapi karena kamu nggak bayar per klik, kamu bisa mencoba strategi konten jangka panjang dengan keyword menengah ke rendah.

Sementara di iklan, kamu bisa tetap “menang” di keyword kompetitif, asalkan bersedia membayar lebih. Di sinilah kamu perlu strategi bidding yang tepat, dan memahami quality score dari iklanmu.

Tools yang Digunakan

Alat yang digunakan untuk riset kata kunci bisa sama, tapi cara bacanya beda. Contohnya:

  • Google Keyword Planner bisa dipakai buat SEO maupun iklan. Tapi kalau buat iklan, kamu lebih fokus ke estimasi biaya per klik (CPC) dan persaingan.

  • Tools SEO seperti Ubersuggest, Ahrefs, atau SEMrush sering dipakai untuk melihat keyword mana yang punya potensi trafik bagus dan bisa dijadikan topik konten.

Kesimpulannya?

Riset kata kunci itu bukan sekadar mencari kata yang banyak dicari orang. Kamu harus paham dulu apa tujuanmu: mau bikin konten organik yang tahan lama, atau mau hasil cepat lewat iklan berbayar. Keduanya penting dan bisa saling melengkapi dalam strategi digital marketing.

Misalnya kamu punya toko online, kamu bisa gunakan SEO untuk jangka panjang supaya websitemu makin dikenal. Tapi kalau lagi promo besar atau butuh penjualan cepat, kamu bisa gunakan iklan dengan keyword yang langsung mengarah ke pembelian.

Mau belajar cara riset kata kunci yang tepat untuk SEO maupun iklan? Yuk, kursus digital marketing langsung dari ahlinya di DUMET School. Ada kelas-kelas lengkap yang bakal ngajarin kamu mulai dari dasar sampai strategi lanjutan, termasuk Google Ads, SEO, dan cara membuat campaign yang efektif.

Dengan belajar di DUMET School, kamu bisa lebih percaya diri menjalankan strategi digital marketing, baik untuk bisnismu sendiri atau klien. Yuk, mulai langkahmu sekarang!

Scroll to Top