Dunia WordPress itu luas dan seru, tapi kadang membingungkan juga. Ada salah satu hal yang sering ditanyakan di komunitas, yaitu perbandingan dua page builder populer, Elementor dan Divi. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama punya fitur lengkap, dan sama-sama enak dipakai untuk bikin website tanpa harus jago coding. Tapi pasti tetap muncul pertanyaan. Mana yang lebih baik?
Sebenarnya keduanya punya karakteristik yang cukup berbeda. Supaya lebih jelas, aku bakal rangkum beberapa poin penting yang bisa bantu kamu menentukan pilihan.
Cara kerja dan tampilan editor
Elementor punya editor visual yang terasa ringan. Layoutnya rapi dan mudah dikenali, jadi pengguna baru bisa cepat paham cara pakainya. Divi juga visual builder, tapi tampilannya sedikit lebih padat. Banyak yang suka karena fiturnya langsung terlihat, tapi ada juga yang merasa perlu sedikit adaptasi.
Kelengkapan widget dan module
Elementor dikenal punya widget bawaan yang cukup lengkap untuk berbagai kebutuhan, mulai dari text, form, slider, sampai elemen animasi. Divi menyebutnya module, dan jumlahnya juga tidak kalah banyak. Bedanya, Divi cenderung lebih fokus pada desain yang konsisten dan rapi.
Kustomisasi desain
Elementor fleksibel untuk pengguna yang suka eksplorasi visual. Drag and drop-nya enak dan bebas. Divi juga fleksibel, namun lebih unggul untuk bikin desain yang tampak seragam di seluruh halaman. Tinggal disesuaikan saja dengan gaya kerja kamu.
Kecepatan dan performa
Banyak yang bilang Elementor lebih ringan saat dipakai, sedangkan Divi lebih berat karena banyak fitur bawaan. Namun hasil akhirnya tetap bergantung pada hosting dan optimasi website secara keseluruhan.
Harga dan lisensi
Elementor punya versi gratis yang cukup lengkap untuk kebutuhan dasar. Versi pro-nya berbayar. Divi tidak punya versi gratis, tapi lisensinya bisa dipakai untuk banyak website. Buat yang suka bikin banyak project, ini bisa jadi nilai plus.
Cocok untuk siapa
Elementor cocok untuk yang ingin belajar WordPress dengan proses yang simpel tapi tetap fleksibel. Divi cocok untuk yang fokus pada sistem desain yang konsisten dan ingin membuat website dengan gaya visual yang stabil.
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya, tidak ada satu jawaban mutlak. Elementor dan Divi sama-sama kuat. Pilihan terbaiknya tergantung kebutuhan, cara kerja, dan kenyamanan kamu saat mendesain website. Yang penting adalah memahami fungsinya dan bagaimana dua alat ini bisa membantu kamu bikin website yang profesional.
Kalau kamu ingin belajar WordPress dari dasar sampai bisa bikin website yang siap dipakai untuk bisnis, di DUMET School ada paket kursus digital marketing yang di dalamnya sudah termasuk materi WordPress. Semua diajarin step by step dengan praktik langsung supaya kamu bisa langsung bikin website yang rapi dan berfungsi dengan baik.
Yuk, belajar membuat website dengan WordPress dan tingkatkan visibilitas bisnismu!


