Saat mulai membaca tentang GEO atau Generative Engine Optimization, aku sempat berpikir, sebenarnya bentuk GEO itu seperti apa, sih? Istilahnya memang terdengar cukup teknis, padahal konsepnya bisa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari saat kita menggunakan AI.
Kalau SEO membantu sebuah website lebih mudah ditemukan di mesin pencari, GEO lebih berfokus pada bagaimana sebuah konten bisa muncul atau dijadikan sumber jawaban oleh mesin pencari berbasis AI seperti chatbot dan AI search.
Contoh GEO yang Mudah Dipahami
Salah satu contohnya adalah membuat artikel yang bisa menjawab pertanyaan secara langsung. Misalnya, daripada hanya membuat artikel dengan judul “Digital Marketing”, kita bisa membuat konten seperti “Apa Saja Strategi Digital Marketing untuk UMKM?”
Konten seperti ini lebih jelas menjawab kebutuhan pengguna dan lebih mudah dipahami oleh mesin AI saat mencari informasi yang relevan.
Contoh lainnya adalah membuat konten yang memiliki informasi lengkap dan terstruktur. Misalnya artikel tentang rekomendasi aplikasi desain tidak hanya menyebutkan nama aplikasinya, tapi juga menjelaskan fungsi, kelebihan, kekurangan, dan siapa yang cocok menggunakannya.
Review dan Studi Kasus Juga Bisa Jadi Bagian GEO
Konten berbentuk review, perbandingan, dan studi kasus juga menarik untuk diperhatikan.
Misalnya aku membuat artikel “Canva vs Photoshop, Mana yang Cocok untuk Pemula?” Di dalamnya aku tidak hanya membandingkan keduanya, tapi memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman penggunaan, fitur, harga, dan kebutuhan pengguna.
Informasi yang spesifik seperti ini bisa membantu AI memahami konteks sebuah topik dengan lebih baik.
GEO Bukan Berarti Harus Membuat Konten Khusus AI
Ini bagian yang menurutku cukup penting.
GEO bukan berarti kita harus membuat artikel yang isinya hanya ditujukan untuk AI. Justru konten yang dibuat tetap harus relevan, sesuai konteks, dan nyaman dibaca manusia.
Jadi, menurutku cara paling sederhana untuk memahami GEO adalah dengan bertanya, “Kalau seseorang menanyakan topik ini ke AI, apakah kontenku punya jawaban yang cukup jelas dan bisa dijadikan referensi?”
Kalau jawabannya iya, berarti kita sudah mulai menerapkan prinsip GEO.
Pada akhirnya, SEO dan GEO bukan dua hal yang harus dipilih salah satunya. Website tetap perlu ditemukan di mesin pencari, tapi sekarang kita juga perlu memikirkan bagaimana konten bisa dipahami dan ditemukan melalui pencarian berbasis AI.
Kalau ingin lebih memahami SEO dan GEO secara mendalam, kamu bisa belajar di paket kursus SEO Expert yang tersedia di DUMET School. Kamu akan belajar mulai dari basic hingga advance! Yuk, segera hubungi admin kami untuk informasi yang lebih lengkap 🙂
Semoga artikel ini mudah dipahami dan bisa memberikan insight baru ya! Sampai jumpa di artikel yang selanjutnya 🙂



