Banyak orang mengira bahwa membuat desain antarmuka aplikasi atau website itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah jago desain grafis. Padahal, dengan alat seperti Figma, siapa pun sebenarnya bisa belajar, termasuk yang benar-benar awam di dunia desain. Figma bukan hanya dipakai oleh desainer profesional, tapi juga oleh developer, marketing, bahkan pemilik bisnis yang ingin memahami alur tampilan produk digital mereka.
Jadi, buat kamu yang masih ragu apakah orang awam bisa belajar Figma, jawabannya: bisa banget! Asal tahu cara belajar yang tepat, Figma justru bisa jadi alat yang menyenangkan dan mudah dipahami. Yuk, kita bahas kenapa awam belajar Figma itu sangat memungkinkan.
Apa Itu Figma?
Figma adalah aplikasi desain berbasis web yang digunakan untuk membuat tampilan (UI) dan pengalaman pengguna (UX) sebuah aplikasi atau website. Karena berbasis online, kamu tidak perlu menginstalnya di komputer, cukup buka browser dan login.
Salah satu keunggulan Figma adalah tampilannya yang sederhana dan ramah bagi pemula. Tool ini punya sistem drag-and-drop yang intuitif, jadi kamu bisa langsung membuat layout tanpa harus menghafal banyak shortcut atau rumus rumit.
Selain itu, Figma juga mendukung kolaborasi real-time. Artinya, kamu dan tim bisa mendesain bersama-sama dalam satu file tanpa harus kirim-kiriman revisi lewat email. Praktis banget, kan?
Kenapa Orang Awam Bisa Belajar Figma?
1. Antarmuka yang Sederhana
Figma dirancang agar mudah dipahami siapa saja, termasuk pemula. Menu-menunya jelas, ikon-ikon mudah dikenali, dan tidak banyak tombol yang membingungkan. Dalam beberapa jam saja, kamu sudah bisa mempelajari cara membuat frame, menambahkan teks, atau membuat tombol interaktif sederhana.
Berbeda dengan software desain lain yang punya banyak fitur teknis, Figma fokus pada hal-hal esensial untuk membuat tampilan aplikasi yang rapi dan modern.
2. Banyak Tutorial dan Komunitas Aktif
Salah satu hal yang bikin awam belajar Figma jadi mudah adalah banyaknya sumber belajar gratis di internet. Mulai dari video tutorial di YouTube, artikel, hingga forum komunitas di mana kamu bisa bertanya dan berbagi pengalaman.
Selain itu, ada banyak template Figma yang bisa kamu gunakan sebagai contoh. Kamu tinggal buka, pelajari strukturnya, lalu coba ubah sedikit demi sedikit sampai paham cara kerjanya.
3. Bisa Belajar Tanpa Dasar Desain
Figma bukan hanya soal menggambar atau bermain warna. Lebih dari itu, kamu akan belajar tentang logika tata letak (layout), keseimbangan elemen, dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan desainmu. Hal-hal ini bisa dipelajari dari latihan dan observasi, bukan bakat alami.
Jadi, meskipun kamu tidak punya latar belakang desain grafis, tetap bisa menguasai Figma dengan latihan rutin dan belajar dasar UI/UX secara bertahap.
4. Mudah Dipahami oleh Orang Non-Desainer
Bagi orang yang bekerja di bidang lain seperti marketing, manajemen produk, atau pengembang web, Figma sangat membantu untuk memahami konsep desain digital. Misalnya, kamu bisa membuat wireframe sederhana untuk menjelaskan ide aplikasi ke tim desainer tanpa perlu menguasai teori desain yang rumit.
Dengan begitu, komunikasi antara tim desain dan tim non-desain jadi lebih efisien karena semua bisa “melihat” ide secara visual.
5. Gratis untuk Pemula
Kabar baiknya, Figma menyediakan versi gratis yang sudah sangat cukup untuk belajar. Kamu bisa membuat beberapa project, mencoba fitur dasar, dan bahkan kolaborasi dengan orang lain tanpa biaya. Ini membuat Figma jadi pilihan yang ideal untuk pemula yang ingin mulai belajar tanpa investasi besar.
Tips Awam Belajar Figma dengan Cepat
Supaya proses belajar lebih efektif, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu coba:
- Mulailah dengan membuat desain kecil, seperti tampilan login atau halaman profil.
- Gunakan template Figma sebagai panduan awal.
- Ikuti kursus atau pelatihan yang punya mentor agar bisa langsung tanya saat bingung.
- Lihat referensi desain populer di situs seperti Dribbble atau Behance untuk melatih kepekaan visual.
Jangan takut untuk salah. Kesalahan justru bagian penting dari proses belajar desain.
Kesimpulan
Dunia desain UI/UX kini semakin terbuka untuk siapa saja. Dengan tools seperti Figma, orang yang benar-benar awam pun bisa belajar dan membuat desain digital yang menarik. Kuncinya bukan pada bakat, tapi pada kemauan untuk mencoba dan berlatih secara konsisten.
Buat kamu yang ingin belajar lebih terarah, memahami alur desain profesional, serta menguasai tools seperti Figma, Adobe XD, dan lainnya, kamu bisa ikut kursus UI/UX di DUMET School. Di sana kamu akan belajar dari dasar, mulai dari konsep desain hingga pembuatan prototype interaktif, semuanya diajarkan dengan metode praktik langsung.
Jadi, tidak ada alasan lagi buat menunda. Siapa pun bisa jadi desainer, termasuk kamu yang awalnya awam di dunia Figma.



