Lebih Baik Beriklan di Socmed, Marketplace, atau Google?

Bagi pebisnis online, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: beriklan dimana sih yang paling efektif? Apakah di media sosial seperti Instagram atau TikTok, di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, atau di Google yang punya jutaan pencarian setiap harinya?

Jawaban pastinya nggak bisa satu untuk semua orang. Karena setiap platform punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, tinggal disesuaikan dengan target audiens, produk, dan budget yang kamu punya. Supaya lebih jelas, yuk kita bahas satu per satu.

1. Beriklan di Media Sosial (Socmed)

Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok jadi salah satu pilihan populer buat bisnis. Alasannya sederhana, audiensnya sangat banyak dan bisa ditargetkan sesuai minat, hobi, bahkan perilaku online mereka.

Kelebihannya:

  • Cocok buat bangun awareness atau branding.

  • Bisa menjangkau audiens luas dengan budget kecil.

  • Format iklannya kreatif, mulai dari foto, video, sampai reels.

Kekurangannya, orang yang lihat iklan di media sosial belum tentu sedang butuh produkmu. Jadi, lebih cocok untuk mendorong orang mengenal brand dulu, baru nanti diarahkan untuk beli.

2. Beriklan di Marketplace

Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada punya keunggulan utama: orang yang datang ke sana sudah siap belanja. Jadi, saat beriklan di marketplace, peluang konversinya lebih tinggi.

Kelebihannya:

  • Audiens sudah niat belanja.

  • Produkmu bisa lebih cepat bersaing dengan kompetitor.

  • Ada fitur promo tambahan, seperti voucher atau gratis ongkir.

Tapi, kelemahannya juga jelas. Saingan banyak banget, dan margin keuntungan bisa lebih tipis karena harus mengikuti promo atau diskon yang ditentukan platform.

3. Beriklan di Google

Google Ads termasuk pilihan iklan yang paling strategis, apalagi buat produk atau jasa yang orang cari langsung di mesin pencari. Misalnya, orang ngetik “jasa les bahasa Inggris” atau “tempat kursus desain grafis Jakarta”, iklanmu bisa langsung muncul di hasil pencarian.

Kelebihannya:

  • Menargetkan orang yang memang sudah punya kebutuhan.

  • Hasil iklan lebih terukur dengan data lengkap.

  • Cocok untuk jasa, layanan, dan produk dengan niat beli tinggi.

Kekurangannya, biaya iklan bisa lebih mahal, terutama di kata kunci yang persaingannya ketat. Jadi butuh strategi dalam memilih kata kunci agar budget nggak cepat habis.

Jadi, Beriklan Dimana yang Paling Tepat?

Nggak ada jawaban mutlak untuk pertanyaan ini. Kalau tujuannya awareness dan menjangkau audiens baru, media sosial bisa jadi pilihan. Kalau targetmu langsung jualan cepat, marketplace lebih oke. Tapi kalau ingin dapat pembeli yang memang lagi butuh produk atau jasa, Google Ads adalah opsi terbaik.

Strategi paling ideal sebenarnya adalah menggabungkan beberapa platform sekaligus. Misalnya, mulai dari iklan di media sosial untuk bangun awareness, lalu arahkan ke marketplace atau website, dan dukung dengan Google Ads supaya bisa menangkap orang yang sedang mencari produkmu.

Kesimpulannya, beriklan dimana itu tergantung kebutuhan bisnismu. Yang penting, jangan asal pasang iklan tanpa tahu tujuan dan target audiens. Karena dengan strategi yang tepat, hasil iklan bisa jauh lebih maksimal.

Kalau kamu ingin belajar lebih dalam tentang strategi beriklan di media sosial, marketplace, dan Google sekaligus, DUMET School menyediakan paket kursus digital marketing yang bisa membantu. Di sini kamu akan belajar mulai dari dasar sampai strategi lanjutan supaya iklanmu nggak hanya jalan, tapi juga menghasilkan.

Scroll to Top