Bayangin lagi scroll media sosial, lalu tiba tiba muncul video public figure yang ngomong hal aneh dan bikin kaget. Wajahnya familiar, suaranya juga mirip, tapi isinya kok terasa janggal. Di titik itu, banyak orang baru sadar, ini bukan sekadar video edit biasa. Bisa jadi, itu adalah deepfake video.
Deepfake video adalah video hasil teknologi kecerdasan buatan yang bisa “menempelkan” wajah dan suara seseorang ke tubuh orang lain. Jadi, orang di dalam video bisa terlihat seperti melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak dilakukan di dunia nyata. Sekilas tampak real, tapi aslinya hasil manipulasi digital.
Kenapa Deepfake Bisa Terlihat Sangat Meyakinkan?
Teknologi deepfake bekerja dengan cara mempelajari banyak foto, video, dan suara seseorang. Data itu kemudian diproses sampai sistem bisa meniru ekspresi wajah, gerakan bibir, dan intonasi suara. Hasilnya, video yang dibuat bisa terlihat sangat natural, bahkan sulit dibedakan dari video asli.
Inilah yang bikin deepfake jadi cukup berbahaya. Mata kita bisa tertipu, telinga juga. Kalau tidak teliti, orang bisa langsung percaya tanpa mengecek ulang.
Yang paling sering terlihat ada di Facebook. Ada banyak pemilik judol, pinjol ilegal, arisan bodong, giveaway palsu, dan sejenisnya yang menggunakan video artis untuk mempromosikan produk mereka. Padahal, sebenarnya itu bukan dipromosikan oleh artis-artis tersebut, hanya menggunakan deepfake video.
Hal ini benar-benar berbahaya dan merugikan banyak orang. Terutama wajah artis tersebut. Belum lagi mungkin kita pernah melihat video yang tidak senonoh yang menampilkan wajah orang-orang terkenal. Kita perlu berhati-hati.
Deepfake Tidak Selalu Dipakai untuk Hal Buruk
Menariknya, deepfake tidak selalu punya sisi negatif. Ada juga yang memanfaatkannya untuk hiburan, film, atau edukasi. Misalnya untuk membuat adegan film lebih realistis, menghidupkan tokoh sejarah dalam video pembelajaran, atau sekadar bikin konten kreatif yang niat dan unik.
Masalahnya muncul saat deepfake dipakai untuk menyebarkan informasi palsu, menjatuhkan nama baik seseorang, sampai membuat konten yang menipu. Di sinilah pentingnya kita lebih peka dan tidak mudah percaya dengan video yang terlihat “terlalu nyata”.
Cara Lebih Aman Menyikapi Deepfake
Tidak semua video yang viral itu valid. Biasakan cek sumbernya, lihat akun yang mengunggah, dan perhatikan detail kecil seperti gerakan bibir yang kurang sinkron atau ekspresi yang terlihat kaku. Langkah kecil ini bisa bantu menghindari kesalahpahaman dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Kesimpulan
Deepfake video menunjukkan bahwa teknologi makin canggih dan kreatif, tapi juga membawa tantangan baru. Kita jadi perlu lebih kritis saat menerima konten digital, supaya tidak mudah tertipu oleh visual yang tampak meyakinkan.
Kalau kamu tertarik belajar lebih dalam soal teknologi digital, konten kreatif, sampai cara kerja media online, DUMET School punya berbagai paket kursus yang bisa bantu kamu upgrade skill dengan cara yang santai dan mudah dipahami. Siapa tahu, dari sini kamu bisa lebih paham dunia digital sekaligus lebih siap menghadapi tren teknologi yang terus berkembang.
