Pernah nggak sih kamu punya keinginan bikin buku sendiri? Entah itu kumpulan cerpen, buku kenangan, portofolio desain, atau bahkan buku pelajaran. Tapi pas mulai buka aplikasi desain, malah bingung dari mana dulu mulainya? Nah, InDesign bisa jadi penyelamat kamu.
Dibandingkan software desain lainnya, Adobe InDesign memang paling cocok buat urusan tata letak dan publikasi cetak. Tapi, banyak juga yang merasa intimidasi duluan karena tampilannya kelihatan rumit. Padahal, kalau udah tahu alurnya, membuat buku InDesign itu sebenarnya seru dan memudahkan banget.
Di artikel ini, kita bakal bahas beberapa tips dasar yang bisa bantu kamu bikin buku pertamamu dengan InDesign. Santai aja, kita bahas satu-satu ya.
1. Tentukan Ukuran dan Orientasi Buku
Sebelum buka InDesign, kamu harus tentuin dulu ukuran bukumu. Mau ukuran A5 yang handy atau A4 yang lebih besar? Mau vertikal atau horizontal? Ini penting karena akan memengaruhi semua layout yang kamu buat nanti.
Saat bikin dokumen baru di InDesign, kamu tinggal atur ukuran halaman di awal. Jangan lupa juga untuk menambahkan bleed kalau kamu berencana mencetaknya secara profesional. Biasanya cukup 3–5 mm buat jaga-jaga bagian yang dipotong mesin cetak.
2. Gunakan Master Page
Fitur paling menyenangkan di InDesign adalah Master Page. Dengan fitur ini, kamu bisa bikin layout yang akan muncul di semua halaman. Misalnya: nomor halaman, header, footer, atau elemen desain tetap lainnya.
Kalau bukumu punya banyak halaman, fitur ini bakal sangat ngebantu biar semuanya konsisten dan nggak perlu capek desain satu per satu.
3. Manfaatkan Styles untuk Efisiensi
Membuat buku bukan cuma soal visual yang rapi, tapi juga soal efisiensi kerja. Di InDesign, kamu bisa pakai Paragraph Styles dan Character Styles untuk atur tampilan teks. Jadi kalau kamu mau ganti jenis huruf atau ukuran judul bab, cukup ubah di satu tempat, dan semua akan ikut berubah otomatis.
Ini penting banget apalagi kalau bukumu punya banyak bab. Hemat waktu dan hasil tetap konsisten.
4. Gunakan Grid dan Margin
Kalau mau hasil buku kamu terlihat profesional, jangan skip bagian grid dan margin. InDesign memungkinkan kamu untuk membuat layout yang simetris dan rapi dengan mudah.
Kamu bisa aktifkan baseline grid supaya semua teks sejajar, dan pakai kolom untuk bantu membagi konten. Ini akan bantu banget apalagi kalau kamu punya banyak elemen di satu halaman.
5. Simpan dalam Format yang Tepat
Kalau bukumu udah selesai, pastikan kamu menyimpannya dalam format yang sesuai kebutuhan. Kalau mau dicetak, simpan dalam format PDF print dengan resolusi tinggi dan warna CMYK. Kalau cuma untuk dibagikan secara digital, bisa pilih format PDF interactive.
InDesign juga bisa langsung ekspor ke format EPUB kalau kamu berniat bikin e-book. Jadi fleksibel banget sesuai kebutuhan kamu.
6. Jangan Takut Eksperimen
Banyak orang terlalu perfeksionis saat mulai membuat buku InDesign. Padahal, justru serunya ada di proses eksperimen itu. Coba kombinasi font baru, layout yang unik, atau tambahkan ilustrasi menarik. Yang penting tetap konsisten dengan gaya desain yang kamu pilih dari awal.
Kesimpulan
Membuat buku InDesign itu sebenarnya bukan hal yang menakutkan. Selama kamu tahu urutannya, kamu bisa mulai dari yang sederhana sampai bikin layout yang kompleks. Mulai dari atur ukuran halaman, pakai master page, bikin style sendiri, sampai akhirnya siap cetak, semua bisa kamu pelajari sambil praktik.
Kalau kamu tertarik mendalami desain buku atau layout profesional lainnya, kamu bisa pelajari lebih dalam lewat paket kursus graphic design di DUMET School. Nggak cuma InDesign, kamu juga bakal belajar banyak hal soal dunia desain modern yang siap pakai untuk karier atau proyek pribadi.



