Pasti akhir-akhir ini kita sering lihat postingan dari pemilik brand yang mengumumkan penutupan toko mereka di Shopee maupun Tokopedia. Bukan karena bisnisnya gulung tikar, tapi justru sebaliknya. Mereka memilih membangun rumah sendiri di internet, lepas dari ketergantungan pada platform yang biaya adminnya terus naik dan tidak masuk akal.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar drama satu-dua orang saja. Ini nyata dan menyebar cepat. Jadi, apa kamu juga sudah siap untuk pindah dari marketplace ke website sendiri?
Kenapa Banyak Seller Tutup Toko di Marketplace?
Sejak pertengahan 2025, gelombang seller yang menutup toko di marketplace semakin terasa. Total potongan di Shopee dan Tokopedia kini bisa mencapai belasan hingga puluhan persen per transaksi, mencakup komisi, biaya pemrosesan, hingga biaya iklan internal yang terasa seperti kewajiban. Brand kosmetik lokal seperti True to Skin dan Raecca bahkan sudah lebih dulu melangkah, membangun website resmi sendiri karena biaya yang makin memberatkan.
Alasan pindahnya masuk akal: tidak ada potongan per transaksi, data pelanggan bisa dikelola sendiri, dan strategi pemasaran bisa dirancang bebas tanpa terikat algoritma platform.
Tapi Website Sendiri Tidak Otomatis Ramai
Di sinilah banyak orang salah hitung. Di marketplace, traffic memang bisa datang sendiri karena jutaan orang sudah ada di sana setiap hari. Sedangkan di website sendiri, tidak ada pembeli yang tiba-tiba muncul hanya karena tampilan situsnya bagus.
Harus ada cara agar calon pembeli bisa menemukan website tersebut. Dan di sinilah SEO (Search Engine Optimization) menjadi kunci yang tidak bisa diabaikan.
Apa Itu SEO dan Kenapa Penting?
SEO adalah teknik untuk membuat website mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google. Ketika seseorang mengetik “sabun wajah untuk kulit berminyak” atau “sepatu sneakers pria murah”, website yang muncul di halaman pertama bukan kebetulan. Ada strategi di baliknya.
Bedanya SEO dengan iklan berbayar adalah sifatnya yang berkelanjutan. Iklan berhenti begitu budget sudah habis, tapi website yang sudah dioptimasi akan terus mendatangkan pengunjung baru tanpa biaya tambahan setiap saat.
Elemen SEO yang Wajib Diperhatikan di Toko Online
1. Riset kata kunci yang tepat
Daripada bersaing di kata kunci umum seperti “tas wanita” yang sudah dikuasai marketplace besar, fokus ke kata kunci yang lebih spesifik (long-tail keyword) seperti “tas selempang kulit asli wanita kerja”. Persaingannya lebih ringan dan niat belinya lebih jelas.
2. Deskripsi produk yang unik
Hindari copy-paste deskripsi dari produsen. Mesin pencari menghargai konten orisinal yang memberikan nilai tambah bagi pembaca.
3. Struktur website yang rapi
Kategori produk yang jelas membantu pengunjung dan mesin pencari memahami isi website secara keseluruhan.
4. Kecepatan halaman
Lebih dari 70% transaksi e-commerce di Indonesia dilakukan lewat smartphone. Website yang lambat membuat pengunjung pergi sebelum sempat melihat produk.
5. Ulasan pelanggan
Review dari pembeli nyata adalah konten segar yang memperbarui halaman produk dan menambah kata kunci secara organik.
SEO Bisa Dipelajari Siapa Saja
SEO bukan ilmu eksklusif milik perusahaan besar. Pemilik toko online yang baru keluar dari marketplace pun bisa mempelajarinya dan langsung menerapkannya sendiri.
Buat kamu yang ingin mendalami SEO secara serius, DUMET School punya kursus SEO Expert yang mencakup riset kata kunci, teknik on-page SEO, struktur website yang ramah mesin pencari, hingga strategi konten jangka panjang. Materinya praktis dan bisa diikuti tanpa latar belakang teknis sebelumnya.
Yuk, segera hubungi kami untuk informasi yang lebih detail mengenai kursus SEO-nya 🙂



