Pernah gak sih kamu ngerasa iklan yang dibikin udah bagus, tapi malah dilewati gitu saja oleh calon konsumen? Ini memang jadi tantangan para marketer, ya! Soalnya, manusia punya attencion span yang pendek, apalagi saat tengah scrolling media sosial. Makanya, penting banget untuk mencari cara agar iklan yang kamu bikin mampu bikin orang berhenti scroll dan melirik sebentar.
Ini dia beberapa tips yang bisa kamu terapin ya, supaya iklanmu lebih eye-catching dan gak gampang diabaikan.
1. Buat Hook yang Menggebrak
Awali iklanmu dengan kalimat atau pertanyaan yang bikin audiens berhenti sebentar. Hook yang bagus harus bikin orang lebih penasaran dan ingin mencari tahu lebih lanjut.
Misalnya: “Ini rahasia omset naik 200%” atau “Masih mikir bisnis sepi? Coba cara ini!”. Dengan kalimat yang kreatif dan bikin penasaran, peluang untuk diberhentikan saat di-scroll lebih besar.
2. Desain Visual yang Menghentikan Mata
Selain kalimat, tampilan visual juga punya peran penting untuk bikin orang berhenti. Menggunakan foto yang unik, infographic yang informatif, video pendek, atau kombinasi warna yang kontras dapat lebih menonjol di tengah lautan konten yang tengah melintas.
Kalau memang sesuai, boleh diberi elemen gerak, stiker, atau animasi yang bikin tampilan lebih hidup dan dinamis.
3. Sampaikan Pesan yang Jelas dan Ringkas
Kalau kalimatnya kepanjangan dan bikin pusing, orang akan lebih memilih untuk melanjutkan scroll. Makanya, sampaikan pesan yang jelas, ringkas, dan langsung ke intinya.
Misalnya: “Diskon 50% hanya hari ini!”. Dengan kalimat pendek, tapi powerful, audiens lebih gampang menyerap pesan yang ingin kamu sampaikan.
4. Mengikuti Tren Konten Terkini
Ini juga penting ya! Mengikuti tren saat ini dapat bikin iklan lebih relevan dan sesuai selera audiens.
Misalnya, saat lagi tren sebuah challenge, musik, atau filter, boleh saja diterapin di iklan yang kamu bikin. Tapi harus sesuai ya, jangan maksa. Dengan cara itu, iklan lebih tampak natural dan gak tampak seperti “iklan yang mengganggu”.
5. Mengoptimalkan Call to Action (CTA)
Kalau memang tujuannya untuk converting, ajak audiens untuk melakukan sebuah tindakan, seperti “Klik untuk belajar lebih lengkap”, “Beli sekarang sebelum kehabisan”, atau “Daftar sekarang!”. CTA yang jelas dan to the point juga turut membantu proses konversi dan bikin audiens lebih aktif.
6. Ceritakan Manfaat, Bukan Cuma Fitur
Banyak yang bikin iklan tapi malah lebih menonjolkan fitur produknya, bukan manfaatnya. Cobalah untuk lebih manusiawi dan ceritakan apa saja yang akan didapat konsumen jika menggunakan produk yang kamu tawarkan.
Misalnya, bukan hanya “sepatu tahan air”, tapi “sepatu yang menjaga kakimu tetap kering saat hujan, sehingga kamu bebas melangkah lebih nyaman!”. Dengan pendekatan seperti itu, audiens lebih gampang connect dan kemudian membeli produk yang ditawarkan.
Yuk, Tingkatkan Keahlian Digital Marketing-mu di DUMET School!
Kalau kamu ingin belajar lebih luas mengenai digital marketing, DUMET School punya paket kursus Digital Marketing yang cocok banget buat kamu yang ingin belajar dari nol atau lebih jago lagi.
Bersama instruktur yang profesional, kamu akan belajar mulai dari mencari keywords, menyusun strategy content, hingga melakukan optimasi iklan yang bikin calon konsumen berhenti scroll dan kemudian melakukan pembelian.
Ini saatnya belajar lebih dekat mengenai digital marketing dan melangkah lebih unggul di tengah era serba digital. Yuk, bergabung bersama DUMET School dan mulai belajar sekarang!