Apa Perbedaan ChatGPT Ads dan Google Ads?

Selama satu bulan terakhir, aku cukup sering melihat iklan saat sedang ngobrol dengan ChatGPT. Dari yang kulihat juga, beberapa iklannya terasa relevan dengan topik yang sedang dibahas.

Dari sini aku jadi berpikir, “Wah, ini sih mirip Google Ads yang sama bekerja berdasarkan intent!” Jadi, apa ada perbedaan dari keduanya?

Sama-Sama Memanfaatkan Intent

Kalau dilihat dari konsepnya, ChatGPT Ads memang punya kemiripan dengan Google Ads. Misalnya, ada seseorang yang sedang mencari “sunscreen untuk balita” di Google. Dari pencarian tersebut, Google bisa memahami kebutuhan orang tersebut dan menampilkan iklan yang relevan.

ChatGPT Ads juga mempertimbangkan intent. Bedanya, intent tersebut bisa dipahami dari konteks percakapan yang sedang berlangsung. Misalnya aku sedang bercerita soal ingin berenang dengan anak yang masih kecil dan bertanya apa saja yang harus dipersiapkan. Melalui percakapan ini, hal yang sebenarnya sedang aku butuhkan sudah terlihat dengan jelas.

Jadi, Bedanya di Mana?

Perbedaan paling sederhananya ada pada sumber konteksnya. Google Search banyak mendapatkan sinyal dari search query, yaitu apa yang sedang dicari seseorang.

Sementara ChatGPT bisa memahami konteks dari percakapan yang lebih panjang. Biasanya, kebutuhan pengguna tidak mungkin langsung muncul dalam satu kalimat saja. Tapi, karena ini AI, hal yang sedang dibutuhkan biasanya mudah ditebak dalam satu percakapan panjang.

Jadi, perbedaannya ada di search query dan percakapan.

Lalu, Apakah Mirip Display Ads?

Kalau dilihat dari bentuk penayangannya, memang ada kemiripan dengan display ads. Ada gambar, judul, dan deskripsi. Dan ketika diklik, dia akan diarahkan ke landing page. Iklannya sendiri muncul di bawah respons ChatGPT, terpisah dari jawaban yang diberikan AI.

Lalu, kalau dengan Meta Ads bagaimana? Kalau ini, perbedaannya lebih terasa lagi. Meta banyak digunakan untuk menjangkau audiens berdasarkan berbagai sinyal dan aktivitas pengguna, sedangkan ChatGPT Ads muncul ketika ada konteks kebutuhan dalam percakapan.

Bukan Berarti Salah Satunya Lebih Bagus

Menurutku, ChatGPT Ads bisa jadi pilihan lain untuk memperluas cara bisnis menemukan calon pelanggan. Google Ads sudah lama memanfaatkan intent dari pencarian dan ChatGPT membawa konsep yang mirip ke dalam percakapan dengan AI.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi hanya “orang mencari apa?”, tapi juga “orang sedang membicarakan dan membutuhkan apa?” Untuk bisnis yang mengandalkan digital marketing, perubahan seperti ini layak diperhatikan karena cara orang menemukan informasi juga terus berubah.

Semoga artikel ini bisa memberikan insight baru ya! Sampai jumpa lagi 🙂

Scroll to Top